Sanga Sanga by PT Kutus Kutus Herbal Peduli Korban Banjir Bali: Dari Posko Pengungsian hingga Karyawan yang Terdampak
BALI - Awal September 2025 menjadi masa penuh ujian bagi masyarakat Bali. Guyuran hujan deras yang terjadi selama berhari-hari memicu banjir besar di sejumlah wilayah, menelan korban jiwa dan memaksa ratusan orang harus mengungsi. Di balik bencana yang menorehkan luka, hadir semangat gotong royong dari berbagai pihak, salah satunya Sanga Sanga by PT Kutus Kutus Herbal yang turut serta menyalurkan bantuan langsung ke titik-titik terdampak.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Riva Effrianti, CEO PT Kutus Kutus Herbal, pada Kamis (11/9/2025). Rombongan Sanga Sanga menyambangi beberapa posko pengungsian utama di Denpasar, termasuk Posko Lumintang dan Posko Ubung, serta menyempatkan diri mengunjungi rumah salah satu karyawan yang juga ikut menjadi korban banjir. Kehadiran ini bukan sekadar simbolis, tetapi sebuah wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus keluarga besar internal mereka.
Kepedulian yang Dimulai dari Dalam Perusahaan
Dalam keterangan resminya pada Rabu (17/9/2025), Riva menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak hanya berhenti pada masyarakat luas, tetapi juga harus menyentuh karyawan sebagai bagian penting dari perusahaan.
“Kami memberikan kelonggaran kepada karyawan yang terdampak musibah untuk fokus mendampingi keluarga di rumah terlebih dahulu. Kesejahteraan internal adalah prioritas kami, karena perusahaan yang kuat lahir dari individu yang diperhatikan,” ungkap Riva.
Langkah ini menunjukkan bahwa Sanga Sanga tidak hanya berdiri sebagai merek produk herbal, tetapi juga sebagai perusahaan yang berlandaskan empati dan nilai-nilai kemanusiaan.
Menyentuh Hati Para Pengungsi
Di Posko Ubung, yang saat itu menampung 32 pengungsi termasuk dua balita dan satu bayi, rombongan Sanga Sanga melakukan dialog langsung dengan warga. Riva dan tim ingin memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan paling mendesak. Kehadiran mereka memberikan rasa hangat di tengah dinginnya malam pengungsian, sekaligus memunculkan harapan baru bagi para korban yang masih berjuang bangkit.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa paket sembako dan obat-obatan, tetapi juga Minyak Balur Sanga Sanga Travel Size. Produk herbal ini dibagikan secara khusus karena diyakini mampu menjaga daya tahan tubuh pengungsi, terutama anak-anak dan lansia yang rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Selain itu, anak-anak juga mendapatkan paket alat tulis agar tetap bisa beraktivitas meski berada di pengungsian.
Tak berhenti di situ, Sanga Sanga juga berkomitmen untuk menyalurkan bantuan tambahan berupa pakaian dalam waktu dekat, demi memastikan kebutuhan sandang pengungsi tetap terpenuhi.

Data Dampak Banjir Bali
Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini banjir di Bali telah menelan 18 korban jiwa, 4 orang dinyatakan hilang, dan 157 warga harus mengungsi di sejumlah titik. Kerusakan infrastruktur juga cukup parah, dengan 474 fasilitas umum di Denpasar rusak, sebuah jembatan di Karangasem terputus, 47 rumah hancur, dan 14 bendungan terdampak. Kondisi ini menjadi peringatan betapa seriusnya dampak bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi belakangan ini.
Komitmen Sosial Jangka Panjang
Keterlibatan Sanga Sanga dalam aksi kemanusiaan ini bukan kali pertama. Sebagai transformasi dari brand Kutus Kutus yang pertama kali diracik oleh Bambang Pranoto pada tahun 2013, Sanga Sanga membawa semangat baru: menghadirkan inovasi produk herbal asli Indonesia sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai kepedulian sosial.
Riva menekankan bahwa filosofi yang dipegang Sanga Sanga adalah “herbal untuk kehidupan”, yang tidak hanya diwujudkan dalam kualitas produk, tetapi juga dalam aksi nyata mendampingi masyarakat ketika menghadapi masa-masa sulit. “Bagi kami, keberadaan perusahaan harus membawa manfaat, tidak hanya dari sisi kesehatan melalui produk herbal, tetapi juga dari sisi sosial ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan,” jelasnya.
Lebih dari Sekadar Brand Herbal
Sanga Sanga bukan hanya sekadar produk kesehatan, tetapi juga simbol komitmen untuk selalu hadir bersama masyarakat. Dalam setiap langkahnya, perusahaan berupaya membangun ekosistem yang sehat, berkelanjutan, dan bermanfaat luas. Kehadiran mereka di Bali di tengah bencana banjir menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah brand tidak hanya terletak pada produk yang dijual, tetapi juga pada nilai kemanusiaan yang dipegang teguh.
Bagi para pengungsi, bantuan ini memang tidak bisa menghapus trauma dan kerugian akibat banjir, namun cukup memberi kelegaan dan harapan bahwa mereka tidak sendirian. Bagi Sanga Sanga, aksi ini adalah bukti nyata dari misi besar mereka: menghadirkan herbal untuk hidup yang lebih sehat sekaligus menyalurkan kepedulian bagi sesama.